Baron VS Kukup


Sabtu, 18 Juli 2009.
Tepat pk 06.00 aku mulai melangkahkan kaki dari pintu koz menuju GSG sebagai tempat berkumpul untuk persiapan acara Sisir Pantai Kukup-Baron. Banyak teman yang telah berada di tempat tersebut. Tak heran karena seharusnya waktu berkumpul yang diberikan oleh panitia adalah sebelum pk 06.00. Yah, dasar aku-nya aja yang hobi berangkat mepet batas waktu. . huh,dasar kebiasaan orang Indonesia,,haha.
Sekitar pk 07.00 para peserta telah terkumpul semua dan temanku Ferdian selaku coordinator sie acara pun mulai memimpin pengarahan untuk acara Sisir Pantai tersebut. Dengan alat transportasi truk, semua peserta dan panitia menuju ke pantai pertama yaitu pantai Kukup. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 5-6 jam. Tepat waktu dzuhur, rombongan udah nyampe di pantai Kukup. Wah,,amazing buanget deh…! Kalo kata orang-orang nih, jika di Bali ada Tanah Lot, di Gunung Kidul Yogyakarta ada Pantai Kukup. Hahaha…keren banget bro…!


Pantai Kukup ini terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 1 km di sebelah Timur Pantai Baron. Pantainya landai berpasir putih dan terdapat jalan setapak yang membelah bukit sampai Pantai Baron, serta sebuah pulau karang yang dihubungkan dengan jembatan senggol dari atas Pulau karang kita dapat melihat hamparan pantai yang cukup luas dan sangat indah. That’s why..semuanya jadi langsung kumat narsisnya, termasuk aku.
Selain itu pantai ini kaya akan biota laut dan juga terkenal dengan beragam ikan hias air laut yang sangat indah di Aquarium Laut atau yang dijajakan oleh para pedagang di sepanjang pantai. Wah, padahal ada Patrick alias bintang laut yang bagus banget loh, sayangnya ga kebeli karena aku lagi lebih sayang uang..(tumben ni aku sayang uang…^_^)
Ketika waktu menjelang sore, perjalanan dilanjutkan menuju pantai kedua yakni pantai Baron. Pantai Baron terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 23km arah selatan kota Wonosari. Dari pantai Kukup menuju Baron dapat ditempuh 1-2 jam berjalan kaki. Tapi 1-2 jam itu ternyata ga terlalu terasa karena tersaji pemandangan dari sepanjang bukit yang membuat mau ga mau semuanya mengeluarkan hp kamera dan mengabadikan setiap keindahan yang ada. Dalam perjalanan inilah penyisiran pantai dilakukan. Ternyata ga sedikit loh hasil “panen” sampah yang terkumpul..ckckckck…
Sesampainya di pantai Baron beberapa teman duduk di pinggir pantai sambil menikmati senja. Aku dan Ida memilih untuk membeli es kelapa muda yang dijajakan di pinggir pantai itu. Tapi, wah…rasanya aneh cuy…!? Ida yang mungkin emang lagi haus banget sih mudah menghabiskannya. Kalo aku? Cuma menyruput sedikit aja udah eneg.
Akhirnya, malam pun tiba… Pemandangan malam di pantai ternyata ga kalah menakjubkan dari pemandangan malam di gunung. Bintang itu terasa begitu dekat. Setelah semua sholat dan mandi (walo beberapa ga mandi c, termasuk aku..hehe..) ikan kakap putih bakar yang merupakan menu andalan pantai Baron ini pun dihidangkan. Aduh, sedap bangetlah pokoke…(baca pake logat ngapak,,hihi)
Perut udah terisi, tenaga udah pada balik, mulailah pemasangan tenda. Ada 4 tenda yang didirikan dengan 2 porsi untuk cewek dan 2 porsi lainnya untuk cowok. Setelah tenda terpasang, dimulai acara api unggun. Dalam acara api unggun tersebut, peserta yang berjumlah 33 orang terbagi dalam 6 kelompok. Masing-masing kelompok diwakili 1 orang untuk menyampaikan hasil penyisiran sepanjang perjalanan dari pantai Kukup ke Baron. Dari situ, banyak sih kesan dan pesan dari tiap kelompok. Diantaranya yang paling aku sayangkan adalah dari kelompok 2 yang mengatakan bahwa ternyata sampah-sampah tersebut justru dari para penduduk sekitar pantai tersebut. Huh, dasar orang Indonesia, kapan sih bisa menghargai miliknya sendiri… Pantai tuh bukan tempat penampungan sampah.
Seru juga acara api unggun tersebut. Seusainya, aku yang udah ngantuk berat langsung menempatkan diri di dalam tenda untuk terlelap. Sedangkan sebagian teman tetap terjaga diluar untuk bernyanyi atau sekadar ngrumpi.
Minggu, 19 Juli 2009
Pk 04.30 semua peserta mulai dibangunkan untuk melaksanakan sholat. Setelah itu semuanya bisa ditebak ngapain?.. Nyebur….!!!


Ada satu keunikan yang terdapat dari pantai Baron, yakni terdapat sungai yang ga “terlihat”. Bukan berarti hal mistis loh.. Tapi di sebelah barat pantai ini terdapat muara sungai bawah tanah yang mengalir dari bawah bukit karang yang menjulang tinggi. Jadi sungai ini lebih tampak seperti laut. Kejawab kan pertanyaan temen-temen yang semula bingung kenapa air di sebelah barat ga asin..hihi…
Perbedaan pantai Baron dan pantai Kukup selain pasirnya yang berwarna kuning kecoklatan juga dasar lautnya yang bebas karang. Jadi semua aman nyebur ke laut. Walau ombaknya cukup tinggi, yaitu sekita 1 meter, tapi buat yang ga bisa renang (kayak aku nih…) ga perlu takut karena cetek-nya air laut.
Kurang puas apa kalau main-mainnya selama 5 jam??? Acara games yang semula udah direncanain panitia pun dengan ikhlas dibatalkan karena ga tega melihat orang-orang yang baru pertama nyebur ke laut..huhuhu… Sampai-sampai yang semula ga mau nyebur tetep diseret dan diceburin,haha… Ga lupa juga ada acara timpuk-menimpuk pasir yang bikin minggu itu lebih seru…
Sepuas main-main dan mandi. Semuanya maa..kan lagi… Trus pulang menuju tembalang lagi. Sekitar pk 19.00 akhirnya rombongan nyampe juga di GSG dan acara ditutup dengan menyalakan kembang api.
Serunya menyaksikan indahnya pantai Kukup dan merasakan deburan ombak pantai Baron tak tergantikan deh…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Search

...