Terbentuknya Bintang

Bintang, sama halnya dengan planet atau benda-benda antariksa yang alin. Tentunya mereka tidak muncul dengan sendirnya. Adalah nebula sebagai bahan pembentuk bintang. Nebula(berasal dari kata latin yang artinya “awan“) merupakan awan antar-bintang (interstellar cloud) yang terdiri dari debu dan gas, yang terdapat di Galaxi.
Nebula ini bisa diamati pada bintang-bintang muda di gugus Pleiades yang masih diselimuti nebula. Kerapatan materi nebula sangat-sangat kecil dibandingkan udara disekitar kita yaitu hanya 10.000 atom per cm kubik.
Untuk lebih mudahnya anggap aja bola sebagai nebula. Akibat gravitasi bagian dalam nebula, maka bagian luarnya akan tertarik, mengerut dan memampat yang dinamakan sebagai kondensasi. Pengerutan ini juga dipicu oleh gelombang kejut dari ledakan bintang di sekitarnya. Akibatnya, tekanan dalam nebula meningkat dan melawan gravitasi. Bila tekanan ini lebih besar dari gravitasi maka nebula akan tercerai-berai kembali. Masalah lain adalah akibat kondensasi maka rotasi nebula akan meningkat dikarenakan momentum sudut harus kekal. Semakin meningkat kondensasi maka rotasi nebula kian cepat. Hal ini memunculkan masalah.
Agar gravitasi nebula melebihi tekanannya maka massa nebula harus melebihi suatu harga kritis yang dinamakan Massa Jeans, dari nama pakar fisika Sir James Jeans, yang berharga beberapa ribu kali massa Matahari. Namun untuk terjadi kondensasi cukup diperlukan nebula bermassa beberapa ratus kali massa Matahari. Karenanya dalam bola besar nebula terjadi beberapa peristiwa “kondensasi kecil” yang dinamakan fragmentasi.
Akhirnya suhu tiap “kondensasi kecil” dalam bola nebula menjadi tinggi yang mengakibatkannya memijar menjadi “embrio” bintang yang disebut protobintang. Pada saat ini, materi yang tembus pancaran cahaya menjadi kedap sehingga energi yang semula bebas dipancarkan keluar ketika terjadi pengerutan kini terhambat. Ujung-ujungnya, tekanan dan suhu kian besar hingga proses pengerutan melambat dan fragmentasi terhenti. Bintang akhirnya terbentuk setelah terjadi reaksi termonuklir di intinya dan berada dalam kelompok-kelompok yang dinamakan gugus atau asosiasi bintang.
Jadi, bintang tidak terbentuk sendirian.






0 komentar:
Posting Komentar